Bandung, KHO - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi memberikan lampu hijau untuk mencabut sanksi administratif untuk PSSI. Dalam hitungan waktu, federasi sepak bola di Indonesia akan kembali normal.
Kini satu tahun lebih setelah pembekuan, Menpora berjanji akan segera mencabut surat yang diterbitkan tahun lalu. Desakan untuk memutihkan sanksi untuk PSSI sebenarnya sudah lama disuarakan. Menpora akhirnya melunak.
"Soal PSSI baru saja saya tanda tangani. Saya mencabut surat yang pernah kami keluarkan. Ini semata-mata kami lakukan untuk menghormati Mahkamah Agung," kata Menpora dikutip dari bola.liputan6.com.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini melihat, niat mencabut pembekuan PSSI untuk menghormati harapan pemiliki suara yang ingin melakukan perubahan internal di tubuh PSSI. Karena itu, menurutnya perlu mengawasi dan memastikan rencana itu berjalanKongres Luar Biasa (KLB) menjadi salah satu syarat yang diajukan Imam sebagai rekomendasi untuk memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia.
Menpora hingga kini menunggu restu FIFA untuk menggelar KLB. "Lagi tunggu respons FIFA, karena FIFA sudah memberikan peluang lewat surat Mensesneg bahwa harus ada perubahan organisasi di Indonesia," tambah Imam Nahrawi.
"Kemudian ada kelompok 85 minta KLB. Kami sedang menunggu seperti apa responsnya. kalau memang ada lampu hijau kami akan segerakan," ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.
Sebelumnya, pada 3 Mei 2016 sebanyak 19 orang yang mewakili kelompok 85 menemui Sekjen PSSI, Azwan Karim. Mereka mendesak KLB. Mereka terdiri dari terdiri dari dari 28 Asprov (Asosiasi Provinsi), 13 klub Liga Super Indonesia, 14 klub Divisi Utama, 13 klub Divisi Satu. Selain itu, terdapat juga 17 klub dari Liga Nusantara dan dua suara milik Asosiasi Pelatih serta Pemain.






