Situs Terpercaya Kabar Harian

Iket Sunda, Hasil Cipta Karsa dan Rasa

Kebudayaan merupakan salah satu aspek yang bersifat universal, kebudayaan adalah warisan yang tidak terpisahkan dari sebuah peradaban. Kebudayaan terdiri dari tiga wujud seperti yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat.

Yaitu: (1) wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, (2) wujud kebudayaan sebagai suatu kompkleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat, dan (3) wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Ketiga wujud tersebut merupakan unsur yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari.

Kebudayaan hadir sebagai perwujudan dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Bukan sekedar diciptakan, tetapi perlu dilestarikan. Melestarikan sebuah budaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, dimulai dari hal yang sederhana sampai hal yang paling rumit.

Salah satu contoh kecil dari unsur kebudayaan yaitu pakaian. Pakaian merupakan bagian dari benda kebudayaan yang sangat penting untuk hampir semua suku bangsa di dunia. Melihat dari sudut fungsi dan pemakaiannya, pakaian dapat dijadikan sebagai perhiasan badan ataupun lambang keunggulan. Banyak sekali jenis dan bentuk pakaian yang menjadi bagian dari kebudayaan, salah satunya adalah Iket.

Seperti dilansir oleh Xposeindonesia.com, zaman dahulu Iket atau totopong mencerminkan kelas dalam masyarakat hingga terlihat jelas perbedaan kedudukan pria di kehidupan sehari-hari. Iket dianggap benda yang tepat untuk melindungi kepala sekaligus atribut sosial. Iket terbuat dari kain berbentuk bujur sangkar yang memiliki empat sudut. Keempat sudut itu memiliki makna sebagai sudut kereteg hatѐ (diartikan niat), ucapan (lisan), tingkah (sikap), dan raga (badan) yang kemudian kain tersebut dilipat menjadi dua bagian berbentuk segitiga sama kaki dengan tiga sudut. Ketiga sudut tersebut mencerminkan tiga azas Tritunggal kesetaraan dalam hidup kemasyarakatan yakni tritangtu yang terdiri dari resi (pemimpin agama), rama (pemimpin rakyat), dan perebu (pemimpin wilayah).

Bentuk Iket sangat beragam, bahkan setiap daerah mempunyai ciri khas penggunaan iketnya masing-masing, termasuk di tatar Sunda. Iket Sunda bukan hanya sekedar kain yang digunakan di kepala, makna Iket jauh lebih besar dari hanya sekedar pelindung atau menandakan status sosial.

Melestarikan kebudayaan Iket dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, oleh siapapun, kapapnpun dan dimanapun. Seperti yang dilakukan oleh salah satu komunitas di Kota Bandung, yaitu Komunitas Iket Bandung Raya (Kibaraya).

Kibaraya atau Komunitas Iket Bandung Raya didirikan pada tahun 2013. Tujuannya adalah untuk ikut serta dalam pelestarian Seni dan Budaya Sunda sebagaimana mestinya. Dengan melestarikan dan memperkenalkan kembali salah satu warisan budaya kepada masyarakat umum, khususnya kepada nonoman (anak muda) Sunda sendiri.

Melalui komunitas ini mereka mengumpulkan serta menyampaikan berbagai pengetahuan tentang nilai-nilai luhur budaya yang terkandung didalam Iket; totopong; udeng bagi masyarakat. Sehingga, terbentuk kembali generasi-generasi baru yang lebih menghargai budayanya sendiri.

Kibaraya bersekretariat di Jalan Caringin No. 101 Bandung. Mereka umumnya mengadakan sosialisasi mengenai Iket jika diundang oleh pihak yang turut serta membantu melestarikan budaya Sunda, seperti sosialisasi di televisi, radio, dan acara-acara lainnya. Selain itu, komunitas ini selalu berkumpul di Car Free Day Dago setiap hari Minggu, dengan membuka stand di depan SMAK Dago. Stand Kibaraya pun dimeriahkan dengan permainan alat musik tradisional yang umumnya terbuat dari kayu. Sehingga Kibaraya tidak hanya mensosialiasikan tentang Iket, tetapi secara tidak langsung memperkenalkan alat musik tradisional Sunda.

Keberadaan Kibaraya menjadi satu hal yang patut untuk diapresiasi dan dicontoh, terlebih oleh generasi muda. Semangat dari Komunitas Iket ini menjadi cerminan bahwa di tengah era globalisasi ternyata masih ada masyarakat yang peduli dengan kebudayaannya sendiri. Iket hanyalah satu dari sekian banyak benda kebudayaan yang harus dilestarikan, Iket hanyalah satu dari sekian banyak identitas yang mencerminkan keragaman budaya, dan Komunitas Iket Bandung Raya adalah salah satu dari banyak komunitas yang memaknai arti penting sebuah budaya.

Iket Sunda merupakan warisan yang menjadi identitas untuk mencerminkan betapa luhurnya kebudayaan. Kebudayaan bukan sekedar dikenal lalu dilupakan, lebih jauh dari itu bahwa kebudayaan sebagai hasil dari cipta, karsa dan rasa yang wajib untuk dilestarikan.

Mencintai sebuah kebudayaan dan menyelami bahwa kita bagian di dalamnya, adalah satu hal yang akan menggerakkan hati untuk tetap mempertahankan hasil dari sebuah peradaban manusia. Mereka mati meninggalkan budaya, namun budaya tidak akan mati jika kita melestarikannya.
Share:

0 komentar:

Post a Comment